Blog

  • Kilang Cilacap Borong 2 Platinum, 3 Gold dan Raih 2 Penghargaan Category Award pada APQA 2026

    Kilang Cilacap Borong 2 Platinum, 3 Gold dan Raih 2 Penghargaan Category Award pada APQA 2026

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Annual Pertamina Quality Awards (APQA) 2026 dengan membawa pulang 2 penghargaan Platinum dan 3 penghargaan Gold.

    Tak hanya itu, Kilang Cilacap juga meraih dua penghargaan Category Award diantaranya Peringkat 3 Best Value Creation Achievement serta dinobatkan sebagai Pemenang Sustainability Excellence for Operational Unit Cluster Refinery.

    Penganugerahan penghargaan tersebut dilaksanakan di Grha Pertamina, Jakarta, pada Senin (15/6/2026), sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi dan implementasi budaya perbaikan berkelanjutan yang dilakukan oleh seluruh unit kerja di lingkungan Pertamina Group.

    Dua gugus peraih Platinum adalah PCP Karya Bakti melalui inovasi “Meningkatkan Added Value PT Pertamina (Persero) melalui Sinergi Pertamina Group Memproduksi Pertasolven dengan Bahan Baku Kerosolv” serta PCP Refuel dengan inovasi “Mewujudkan Transisi Energi Sektor Aviasi menuju Net Zero Emission melalui Produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) dari Minyak Jelantah”.

    Sementara itu, tiga penghargaan Gold diraih oleh PCP AO Plus dengan inovasi “Optimasi Produk Gasoline pada Parameter Oxydation Stability melalui Metode Isomax (Isomerate Substitution Antioxidant for Stability Maximization)”, PCP Riser dengan inovasi “Meningkatkan Yield Valuable Products dan Menjaga Stabilisasi Kondisi Operasi Kilang RFCC melalui Sistem Automasi Process Control Berbasis Predictive Modelling”, PCP Smart+ dengan inovasi “Meningkatkan Security Level Compliance dengan Program Penerapan Standar Cybersecurity IEC-62443 pada Peralatan IACS (Industrial Automation Control System) dan DCS Improvement Program di IT/OT Infrastructure”.

    Selain keberhasilan lima gugus tersebut, Kilang Cilacap juga memperoleh pengakuan atas dampak nyata inovasi yang dihasilkan melalui raihan penghargaan Peringkat 3 Best Value Creation Achievement.

    Prestasi ini semakin lengkap dengan penghargaan Sustainability Excellence for Operational Unit Cluster Refinery, yang menegaskan komitmen Kilang Cilacap dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam operasional dan pengembangan bisnis perusahaan.

    Executive General Manager Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Hermawan Budiantoro, menyampaikan apresiasi atas capaian luar biasa yang diraih para Perwira Kilang Cilacap melalui ajang APQA 2026.

    “Pencapaian ini merupakan bukti nyata komitmen, konsistensi, dan semangat inovasi Perwira RU Cilacap dalam menghadirkan solusi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus mendukung agenda transisi energi dan keberlanjutan. Kami mengapresiasi seluruh tim yang telah bekerja keras menghasilkan inovasi terbaik yang berdampak nyata bagi operasional maupun bisnis perusahaan,” ujar Hermawan.

    Menurutnya, penghargaan yang diraih tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Kilang Cilacap, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus memperkuat budaya inovasi dan perbaikan berkelanjutan di seluruh lini kerja.

    Keberhasilan pada APQA 2026 ini semakin menegaskan posisi Kilang Cilacap sebagai salah satu unit operasi strategis Pertamina yang terus mendorong lahirnya inovasi bernilai tinggi, mendukung ketahanan energi nasional, serta berkontribusi pada pencapaian target keberlanjutan perusahaan.

  • Kontribusi Data Berkualitas, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Raih Penghargaan Excellence BPS

    Kontribusi Data Berkualitas, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Raih Penghargaan Excellence BPS

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap menerima penghargaan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cilacap kategori Excellence atas komitmen dan kontribusi dalam penyediaan data statistik yang berkualitas guna mendukung penyelenggaraan statistik nasional.

    Penghargaan dari BPS Cilacap ini diterima oleh Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, di sela kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang berlangsung di Pendopo Wijayakusuma Cilacap, Senin (15/6/2026).

    Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi aktif RU Cilacap dalam mendukung penyediaan data yang akurat, valid, dan terpercaya bagi penyelenggaraan statistik nasional, khususnya dalam pelaksanaan SE 2026.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, menyampaikan penghargaan tersebut memiliki makna penting bagi Pertamina Patra Niaga yang selama ini berkomitmen mendukung penyediaan data yang berkualitas.

    “Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkontribusi dalam penyediaan data yang valid, jujur, dan terbuka guna mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kami berharap data ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memetakan perkembangan ekonomi, mengidentifikasi peluang investasi, serta menjadi dasar dalam menyiapkan landscape ekonomi yang lebih baik di masa mendatang,” ujar Agustiawan.

    Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Cilacap, Suswandi, menjelaskan data SE 2026 akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai aktivitas ekonomi masyarakat, perkembangan usaha, karakteristik pelaku usaha, potensi ekonomi daerah, serta berbagai dinamika perekonomian yang terjadi di Kabupaten Cilacap.

    Pada kesempatan yang sama, Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, melalui sambutan yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Cilacap, Sumbowo mengajak seluruh pihak untuk menyukseskan SE 2026.

    Ia juga berpesan kepada seluruh petugas sensus agar menjalankan tugas sesuai pedoman, menjunjung tinggi integritas dan kejujuran, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan responden.

    Partisipasi aktif RU Cilacap dalam mendukung kegiatan statistik nasional ini sejalan dengan komitmen untuk mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penyediaan informasi yang akurat dan terpercaya.

  • Bazar Sembako Murah PWP RU Cilacap, Belanja Hemat Sekaligus Berbagi untuk Sesama

    Bazar Sembako Murah PWP RU Cilacap, Belanja Hemat Sekaligus Berbagi untuk Sesama

    satyanusa, Cilacap – Dalam rangkaian HUT ke-26 Persatuan Wanita Patra (PWP), PWP Pertamina Patra Niaga RU Cilacap menyelenggarakan bazar sembako murah bagi para Asisten Rumah Tangga (ART) di tiga kompleks perumahan Pertamina, yakni Gunung Simping, Donan, dan Tegalkamulyan. Kegiatan berlangsung di Gedung PWP Cilacap, Jumat (12/6/2026).

    Sebanyak 210 paket sembako senilai Rp150.000 per paket disediakan dalam kegiatan tersebut. Melalui program bazar murah, para ART dapat memperoleh paket sembako hanya dengan membayar Rp 30.000 per paket.

    Pembukaan simbolis layanan penjualan sembako murah dilakukan oleh Wakil Ketua Pendamping Bidang Organisasi PWP RU Cilacap, Ny. Nia Aqwamus Shoif.

    Dalam keterangannya, Ny. Nia menyampaikan bazar sembako murah menjadi bagian kepedulian organisasi istri pekerja Pertamina kepada masyarakat di momentum HUT ke-26 tahun 2026.

    “PWP sebagai organisasi yang senantiasa mendukung perusahaan berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program sosial kemasyarakatan. Kami berharap paket yang diperoleh dengan harga sangat terjangkau ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

    Kegiatan tersebut disambut antusias oleh para penerima manfaat. Salah satunya Sridadi, ART asal Kelurahan Lomanis, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya bazar sembako murah tersebut.

    “Alhamdulillah, program ini sangat membantu. Dari harga normal Rp150 ribu, cukup dibeli Rp30.000 dengan isian selengkap ini. Terima kasih PWP,” katanya.

    Menariknya, seluruh hasil penjualan paket sembako murah tersebut tidak digunakan untuk kepentingan organisasi, melainkan dikembalikan lagi kepada masyarakat melalui program Jumat Berkah. Dana yang terkumpul diwujudkan dalam bentuk pembagian paket sembako bagi masyarakat kurang mampu di wilayah sekitar operasional kilang, yakni Kelurahan Donan, Lomanis, dan Kutawaru di Kecamatan Cilacap Tengah.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap berbagai inisiatif sosial yang dijalankan PWP.

    “Bazar sembako murah menjadi salah satu program yang sangat membantu masyarakat. Yang lebih istimewa, hasil penjualan kembali disalurkan kepada masyarakat melalui program sosial. Artinya, para pembeli secara tidak langsung juga turut berkontribusi membantu warga yang membutuhkan,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan ini, PWP Pertamina Patra Niaga RU Cilacap berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh, sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara keluarga besar Pertamina dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

  • Inovasi Insan Pertamina Tingkatkan Kinerja dan Keandalan Operasi Kilang

    Inovasi Insan Pertamina Tingkatkan Kinerja dan Keandalan Operasi Kilang

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga RU Cilacap terus melakukan inovasi dan improvement guna meningkatkan keandalan operasi serta menjaga keberlanjutan produksi kilang. Salah satunya diwujudkan melalui modifikasi Expansion Joint Carbon Monoxide (CO) Boiler pada unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex.

    Sebagai salah satu unit pendukung utama dalam proses regenerasi katalis di RFCC, CO Boiler 101-F-503 memiliki peran strategis memanfaatkan energi panas hasil pembakaran gas karbon monoksida menjadi energi uap (steam) untuk menunjang berbagai kebutuhan operasional kilang.

    Section Head RFCC RU IV Cilacap, Priyambodo Purwo Handoyo, menjelaskan program ini sebagai mitigasi sekaligus peningkatan keandalan fasilitas untuk mengatasi potensi gangguan pada sistem expansion joint CO Boiler.

    “Tim RFCC Complex bersama fungsi terkait melakukan improvisasi melalui pendekatan rekayasa yang fokus pada eliminasi akar penyebab kerusakan. Langkah ini merupakan upaya berkelanjutan menjaga keandalan peralatan kritikal pendukung operasional,” ujar Priyambodo.

    Rekayasa ini mencakup sejumlah modifikasi pada sistem expansion joint. Implementasi ini berhasil menghilangkan jalur penetrasi flue gas bersuhu tinggi menuju area expansion joint, mengurangi potensi hotspot, meningkatkan kekakuan struktur penahan (retaining plate), serta memperpanjang umur pakai komponen.

    Selain itu, modifikasi juga meningkatkan kemampuan sistem dalam mengakomodasi ekspansi termal selama operasi sehingga risiko sobekan pada fabric expansion joint maupun deformasi mekanis dapat diminimalkan secara signifikan.

    Keberhasilan program ini berdampak positif pada keandalan operasi CO Boiler. Hingga saat ini, sistem dapat beroperasi stabil dan aman tanpa indikasi kebocoran. Dengan terjaganya keandalan CO Boiler, kontinuitas produksi steam sebagai utilitas penting dalam operasional kilang juga dapat dipertahankan sesuai kebutuhan proses.

    Menurut Priyambodo, keandalan pasokan steam memiliki peran vital mendukung keberlangsungan operasi RFCC Complex. Gangguan pada CO Boiler berpotensi menyebabkan kehilangan produksi steam yang dapat memengaruhi stabilitas operasi unit proses, menurunkan fleksibilitas pengendalian operasi, hingga meningkatkan risiko pembatasan kapasitas produksi.

    “Melalui improvement ini, kami tidak hanya meningkatkan keandalan peralatan, tetapi juga memperkuat aspek keselamatan operasi dan keberlangsungan produksi. Keberhasilan menjaga performa CO Boiler menjadi salah satu faktor penting mendukung operasi RFCC yang aman, andal, dan berkelanjutan,” tambahnya.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menyampaikan keberhasilan implementasi ini menunjukkan komitmen perusahaan mengedepankan inovasi & continuous improvement untuk menjaga ketahanan operasional kilang.

    “Setiap inovasi merupakan komitmen perusahaan menjaga keandalan aset, meningkatkan efisiensi operasi, serta memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga. Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas fungsi mampu menghasilkan solusi yang memberikan nilai tambah bagi keberlangsungan operasional perusahaan,” ungkap Agustiawan.

  • Tingkatkan Kapasitas, Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Berikan Pelatihan Manajemen Pemeliharaan Itik Berbasis Good Farming Practice

    Tingkatkan Kapasitas, Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Berikan Pelatihan Manajemen Pemeliharaan Itik Berbasis Good Farming Practice

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui program pemberdayaan berkelanjutan.

    Salah satunya diwujudkan denganpelatihan Manajemen Pemeliharaan Itik Model Good Farming Practice bagi kelompok binaan Program Kalijaran Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN) di Musala Darul Amal, Desa Kalijaran, Maos, Kabupaten Cilacap, Sabtu (6/6/2026).

    Kegiatan yang melibatkan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto tersebut diikuti oleh perwakilan Kelompok Ternak Mintih Mulia, Gapoktan Margo Sugih, KWT Mekar Jaya Lestari, serta BUMDes Kalijaran.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menjelaskan pelatihan ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan usaha peternakan masyarakat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

    “Pelatihan ini menjadi upaya perusahaan dalam memperkuat kapasitas peternak melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi masyarakat. Kami berharap pendampingan teknis budidaya itik berbasis Good Farming Practice dapat mendukung pengembangan usaha peternakan yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Agustiawan.

    Menurutnya, pendekatan yang dikedepankan adalah budidaya itik berkelanjutan, yakni pengembangan usaha peternakan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan ternak, efisiensi penggunaan pakan, perbaikan sistem kandang, serta pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.

    Pada sesi materi, dosen Fakultas Peternakan UNSOED, Ismoyowati menyampaikan praktik budidaya itik yang baik mulai dari periode pertumbuhan, standar kesehatan dan performa ternak, hingga penerapan standar Good Farming Practice pada kandang itik.

    Pemateri lainnya, Titin Widiyastuti, memberikan pemahaman terkait kebutuhan nutrisi itik, pola pemberian pakan, pemanfaatan pakan komersial, serta alternatif pakan berbasis bahan lokal dan fermentasi guna meningkatkan efisiensi usaha peternakan.

    Dalam sesi evaluasi dan diskusi, Dekan Fakultas Peternakan UNSOED, Novie Andrisetiyanto, menyoroti sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan peternakan itik di Desa Kalijaran. Di antaranya meliputi manajemen afkir bebek, perbaikan sarana kandang, serta pengelolaan limbah peternakan, khususnya pada unit kandang yang dikelola BUMDes Kalijaran.

    Melalui pelatihan ini, Pertamina RU IV Cilacap berharap kelompok binaan Program MAPAN semakin siap mengembangkan usaha peternakan itik yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Desa Kalijaran dan sekitarnya.

  • Pelita untuk Santri: Relpi Pertamina Cilacap Hadirkan Listrik Lebih Aman di Ponpes Syafaatul Quran

    Pelita untuk Santri: Relpi Pertamina Cilacap Hadirkan Listrik Lebih Aman di Ponpes Syafaatul Quran

    satyanusa, Cilacap – Tim Relawan Pertamina Peduli (Relpi) Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap meluncurkan program Perbaikan Listrik Tempat Ibadah (Pelita) di kompleks Pondok Pesantren Syafaatul Quran, Cilacap, Minggu (7/6/2026).

    Kegiatan ini merupakan program kreatif yang diinisiasi pekerja muda Pertamina yang tergabung dalam Relpi sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam memanfaatkan instalasi listrik.

    Melalui program Pelita, Relpi melakukan perbaikan instalasi dan jaringan kelistrikan di lingkungan pondok pesantren guna meningkatkan aspek keamanan serta mendukung aktivitas belajar dan ibadah para santri.

    Koordinator Program Pelita Relpi Cilacap, Anjar Santoso, menjelaskan program ini berangkat dari hasil survei yang dilakukan sebelumnya di lokasi. Dari hasil pemantauan, ditemukan beberapa titik jaringan listrik dan sambungan kabel yang sudah tidak layak digunakan serta berpotensi menimbulkan bahaya.

    “Berdasarkan hasil survei, kami menemukan beberapa instalasi listrik yang memerlukan perbaikan karena kondisinya kurang aman. Dari kondisi tersebut, Relpi menghadirkan Program Pelita yang untuk pertama kalinya kami laksanakan di Pondok Pesantren Syafaatul Quran,” ujar Anjar.

    Dalam pelaksanaannya, tim Relpi melakukan penataan ulang jaringan listrik, penggantian beberapa komponen yang tidak layak, serta memastikan instalasi kelistrikan dapat berfungsi dengan lebih aman dan optimal.

    Dewan Pengarah Relpi Cilacap, Sisyani Edy Widodo, menyampaikan program ini tidak hanya menjadi kontribusi Relpi dalam meningkatkan keselamatan instalasi listrik di lingkungan masyarakat, tetapi juga merupakan wujud kolaborasi perusahaan dengan masyarakat sekitar.

    “Program Pelita menjadi salah satu bentuk kepedulian Relpi dalam membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi dan kolaborasi antara Pertamina dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ungkap Sisyani.

    Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Syafaatul Quran, KH Rohmatulloh, mengapresiasi semangat dan kepedulian Relpi yang telah meluncurkan Program Pelita di lingkungan pondok pesantren yang dipimpinnya.

    “Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan Relpi. Program ini merupakan salah satu bentuk nyata dakwah dengan perbuatan. Dakwah dengan lisan mungkin lebih mudah dilakukan, namun dakwah bil haal atau melalui tindakan nyata tidak semua orang mampu melakukannya. Relpi telah menunjukkan hal tersebut di tempat kami,” tutur KH Rohmatulloh.

    Selain perbaikan jaringan listrik, Tim Relpi juga memberikan sosialisasi singkat mengenai instalasi listrik rumah yang aman.

    Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan listrik yang sesuai standar keselamatan sehingga dapat meminimalkan risiko gangguan maupun kecelakaan akibat instalasi yang tidak layak.

  • Pembelajaran Penanganan Api Sejak Dini, Warnai International Firefighters’ Day 2026 di RU IV Cilacap

    Pembelajaran Penanganan Api Sejak Dini, Warnai International Firefighters’ Day 2026 di RU IV Cilacap

    satyanusa, Cilacap – Dalam rangkaian peringatan International Firefighters’ Day (IFFD) 2026, Pertamina Patra Niaga Regional RU IV Cilacap melalui tim Pertamina Fire Brigade menggelar Pembelajaran Penanganan Api Sejak Dini bagi 180 siswa-siswi SD Patra Mandiri Cilacap, Jumat (5/6/2026), di kompleks sekolah.

    Kegiatan edukatif ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai karakteristik api, potensi bahaya yang dapat ditimbulkan, serta penanganan yang tepat sejak usia dini. Para siswa mendapatkan materi dasar mengenai kebakaran dan keselamatan, sekaligus praktik langsung bersama personel pemadam kebakaran Pertamina.

    Section Head Emergency & Insurance RU IV Cilacap, Aris Yudo, menjelaskan kegiatan ini menjadi sarana edukasi untuk menanamkan kesadaran keselamatan kepada generasi muda.

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak memperlakukan api dengan benar, memahami potensi bahaya serta mengetahui cara penanganan yang tepat. Dalam skala kecil, api relatif tidak menjadi masalah, namun ketika berkembang dalam skala besar dapat menimbulkan risiko yang serius. Karena itu, pemahaman sejak dini sangat penting agar mereka dapat menyikapinya dengan benar,” ujar Aris.

    Selain materi singkat, para siswa juga diajak mengikuti simulasi pemadaman kebakaran menggunakan metode sederhana dengan menutup sumber api menggunakan karung basah. Antusiasme peserta semakin terlihat saat mereka berkesempatan mencoba memadamkan api menggunakan nozzle yang terhubung dengan selang air dari mobil pemadam kebakaran yang dihadirkan langsung ke lokasi.

    Ketua Yayasan Patra Mandiri, Ery Sepsi Wantini, menyambut baik program pembelajaran yang diberikan RU IV Cilacap tersebut. Menurutnya, edukasi keselamatan kebakaran merupakan bekal penting bagi anak-anak dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.

    “Pembelajaran ini sangat penting bagi anak-anak kami agar mereka memahami potensi-potensi kebakaran dan tidak panik ketika menghadapi kondisi sebenarnya, karena sudah memiliki pengetahuan dasar mengenai cara penanganan,” ungkap Ery.

    Salah satu peserta kegiatan, Khanza Auliya, siswi kelas 4 SD Patra Mandiri Cilacap, mengaku senang dapat mengikuti pembelajaran tersebut.

    “Senang sekali hari ini bisa belajar langsung tentang kebakaran dan cara menanggulanginya. Ini menjadi pengalaman baru yang sangat seru dan bermanfaat,” kata Khanza.

    Terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif tim Pertamina Fire Brigade dalam memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat, khususnya anak-anak.

    “Penting untuk memperkenalkan sejak dini bagaimana penanganan terhadap api dan berbagai potensi bahaya yang dapat ditimbulkan. Kami berharap kesadaran pada aspek keselamatan dapat tumbuh sejak usia sekolah dan menjadi bagian dari budaya keselamatan di lingkungan masyarakat,” ujar Agustiawan.

    Kegiatan ini juga menjadi salah satuju langkah nyata RU IV Cilacap dalam meningkatkan kesadaran keselamatan masyarakat sekaligus memperingati peran penting para petugas pemadam kebakaran melindungi lingkungan kerja dan masyarakat dari risiko kebakaran.

  • Luar Biasa! Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Borong 3 Penghargaan Bergengsi Pajak Awards 2026

    Luar Biasa! Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Borong 3 Penghargaan Bergengsi Pajak Awards 2026

    satyanusa, Cilacap — Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Pajak Awards 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Cilacap.

    Tiga penghargaan tersebut yakni kategori Kontributor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Terbesar, Kontribusi Pajak Air Tanah Terbesar, serta OPTIMIS AWARD The Best Taxpayer of The Year.

    Penghargaan diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, kepada Manager Finance RU IV Cilacap, Yudha Rastanura, di Aula Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Cilacap, Selasa (26/5/2026).

    Ajang Pajak Awards 2026 merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Cilacap kepada para wajib pajak yang dinilai memiliki kepatuhan dan kontribusi tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui pembayaran pajak.

    Dalam sambutannya, Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menegaskan pajak daerah menjadi salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan di Kabupaten Cilacap.

    Menurutnya, penerimaan pajak memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan pelayanan publik kepada masyarakat.

    “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh wajib pajak yang telah menunjukkan kepatuhan dan komitmen dalam menunaikan kewajiban perpajakan,” ujar Ammy.

    Ia juga mengapresiasi konsistensi para wajib pajak yang tetap patuh di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi saat ini.

    Pada ajang tersebut, Pemerintah Kabupaten Cilacap menyerahkan total 53 penghargaan kepada wajib pajak dari berbagai kategori, termasuk kepada Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menegaskan penghargaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pertamina dalam mendukung pembangunan daerah melalui kepatuhan perpajakan.

    “Penghargaan ini menjadi bukti nyata kepatuhan dan kontribusi Pertamina dalam mendukung pembangunan, khususnya di wilayah Kabupaten Cilacap,” kata Agustiawan.

    Menurutnya, Pertamina akan terus berkomitmen menjalankan kewajiban perusahaan secara profesional sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah.

  • Kajian Alqudwah Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap, Jejak Dakwah yang Tumbuh Bersama Masyarakat

    Kajian Alqudwah Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap, Jejak Dakwah yang Tumbuh Bersama Masyarakat

    satyanusa, Cilacap – Setiap Rabu siang, suasana di Masjid Baiturrahmah, kompleks Head Office (HO) Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap, selalu padat oleh jamaah. Usai salat Zuhur, ratusan jamaah dari berbagai kalangan perlahan memenuhi setiap sudut masjid.

    Di antara mereka, tampak para pekerja Pertamina duduk berdampingan dengan masyarakat umum, menyimak kajian keislaman yang disampaikan para dai.

    Pemandangan hangat ini menjadi rutinitas Kajian Rutin Alqudwah, program yang diselenggarakan Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap melalui Badan Dakwah Islam (BDI) RU IV Cilacap.

    Digelar setiap hari Rabu pukul 12.00 hingga 13.00 WIB, program ini telah berjalan secara konsisten sejak tahun 2017 dan menjadi salah satu wujud kontribusi perusahaan dalam membangun masyarakat, tidak hanya melalui energi, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan sosial.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menjelaskan perjalanan Kajian Alqudwah dimulai dari kegiatan sederhana yang dilaksanakan secara bergiliran di rumah para anggota tim manajemen RU IV Cilacap.

    “Pada awalnya, kajian ini dilaksanakan dari rumah ke rumah secara bergiliran. Selain sebagai sarana silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai spiritual para pekerja di tengah aktivitas dan tanggung jawab pekerjaan yang padat,” ujar Agustiawan.

    Seiring berjalannya waktu, antusiasme peserta terus meningkat. Kajian dipusatkan di Masjid Baiturrahmah agar dapat menjangkau lebih banyak jamaah. Sejak saat itu, Alqudwah tidak lagi hanya menjadi ruang pembelajaran bagi pekerja Pertamina, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum dari berbagai wilayah.

    Setiap pekan, jamaah mengikuti kajian Islam tematik yang menghadirkan para dai dari Kabupaten Cilacap, bahkan sesekali dari luar daerah. Kehadiran penceramah dengan latar belakang dan keilmuan yang beragam membuat materi kajian selalu relevan.

    Lebih dari sekadar forum keagamaan, Kajian Alqudwah juga berkembang menjadi gerakan kepedulian sosial. Melibatkan berbagai fungsi internal perusahaan, kegiatan ini disertai dengan penyaluran donasi yang dimanfaatkan untuk mendukung operasional masjid dan musala di sekitar perusahaan, serta bantuan bagi anak yatim dan kaum duafa.

    Menurut Agustiawan, keberlangsungan program selama hampir satu dekade menjadi bukti komitmen perusahaan dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan dan kemanusiaan.

    “Kajian Alqudwah menjadi salah satu bentuk dedikasi Pertamina menguatkan nilai keagamaan sekaligus mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat. Kami percaya keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat yang luas, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga dalam mendukung kehidupan sosial dan spiritual masyarakat,” tambahnya.

    Dampak positif program ini terlihat dari pertumbuhan jumlah jamaah yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Jika pada awalnya hanya diikuti sekitar 20 orang, kini Kajian Alqudwah dihadiri hingga 500 jamaah setiap pekan. Kapasitas Masjid Baiturrahmah pun nyaris selalu penuh setiap Rabu siang.

    Bagi masyarakat, keberadaan kajian ini telah menjadi bagian dari rutinitas yang dirindukan. Salah satunya dirasakan oleh Sudiro, warga Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah, yang hampir rutin mengikuti kegiatan tersebut.

    “Saya bersyukur Kajian Alqudwah masih terus berlangsung sampai sekarang dan jamaahnya semakin banyak. Semoga ini menjadi amal baik bagi Pertamina dan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat, di luar tanggung jawab perusahaan dalam menyediakan energi,” tuturnya.

    Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, Kajian Alqudwah hadir sebagai ruang untuk sejenak menenangkan hati, memperdalam ilmu agama, sekaligus mempererat tali persaudaraan.

    Kajian Alqudwah kini tumbuh menjadi jembatan yang menyatukan perusahaan dan masyarakat dalam semangat belajar, berbagi, dan menebarkan kebaikan bersama.

  • Idul Adha 1447 H Membawa Harapan, Dukungan Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Menguatkan Peternak Lokal Cilacap

    Idul Adha 1447 H Membawa Harapan, Dukungan Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Menguatkan Peternak Lokal Cilacap

    satyanusa, Cilacap – Momentum Idul Adha selalu membawa harapan tersendiri bagi para peternak sapi di Kabupaten Cilacap. Di tengah meningkatnya kebutuhan hewan kurban, para peternak lokal menanti datangnya pembeli yang tidak hanya mencari ternak berkualitas, tetapi juga dukungan nyata bagi keberlangsungan usaha mereka.

    Harapan itu dirasakan oleh Manto, peternak sapi asal Kelurahan Donan, Kecamatan Cilacap Tengah. Selama lebih dari 15 tahun, ia mengembangkan usaha peternakan yang kini memiliki dua unit kandang di Jalan Kalidonan Gang Kalibuntu RT 06 RW 21 berkapasitas 150 ekor sapi .

    Bagi Manto, Idul Adha menjadi salah satu periode terpenting dalam satu tahun usaha peternakannya. Karena itu, ia mengaku bersyukur ketika Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap turut membeli sapi dari kandangnya untuk kebutuhan bantuan hewan kurban tahun ini.

    “Tentu bersyukur, Pertamina ikut mendukung UMKM lokal seperti kami. Kehadiran perusahaan yang membeli sapi dari peternak sekitar sangat membantu keberlangsungan usaha kami,” ungkap Manto.

    Cerita serupa datang dari Basiran, peternak asal Kelurahan Lomanis, Kecamatan Cilacap Tengah. Setiap musim Idul Adha, pemilik kandang sapi Barokah asal Jl. MH Thamrin, Lomanis, Cilacap Tengah ini mampu menjual antara 30 hingga 70 ekor sapi, bahkan lebih. Tahun ini, sebagian ternaknya juga dipilih untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban Pertamina.

    Menurut Basiran, dukungan perusahaan kepada peternak lokal memiliki arti penting, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga sebagai bentuk keberpihakan terhadap usaha masyarakat sekitar.

    “Kami berterima kasih kepada Pertamina yang rutin membeli sapi di tempat kami. Dukungan seperti ini membuat peternak lokal tetap eksis dan berkembang. Semoga setiap tahun jumlah pembelian sapinya bisa ditingkatkan sebagai wujud sinergi dengan tetangga terdekat,” ujarnya.

    Keterlibatan peternak lokal dalam penyediaan hewan kurban menjadi bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menjelaskan pada Idul Adha 1447 H, perusahaan menyalurkan total 31 ekor sapi dan 53 ekor kambing kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

    “Penyaluran hewan kurban ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen perusahaan dalam mendukung masyarakat serta mempererat hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar pada momentum Idul Adha,” jelas Agustiawan.

    Lebih lanjut, ia menegaskan pengadaan hewan kurban dilakukan melalui peternak lokal yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pertumbuhan UMKM sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat setempat.

    “Pengadaan hewan kurban tahun ini sepenuhnya berasal dari peternak lokal. Ini merupakan komitmen perusahaan untuk mendukung UMKM, khususnya para peternak sapi maupun kambing di Cilacap,” tambahnya.

    Melalui momentum Idul Adha, Pertamina tidak hanya menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menghadirkan manfaat berantai bagi pelaku usaha lokal.

    Dukungan terhadap peternak seperti Manto dan Basiran menjadi bukti bahwa hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat dapat tumbuh melalui kolaborasi yang saling menguatkan.